Dahulu kala, di zaman dimana harga bensin belum seperti sekarang,
dolar masih wajar-wajar saja, dan handphone masih menjadi barang mewah dan belum menjadi konsumsi para homo sapiens modern seperti sekarang…
Alkisah, ada seorang anak lelaki yang polos, jujur, baik, murah hati, pantang menyerah, berani, ulet dkk. (*WAOOO*)
Seperti halnya tiap SUPERHERO, anak ini juga punya kelemahan. Dan kelemahannya terlihat bila berdekatan dengan makhluk perempuan. Sebenarnya masalah “dekat” disini jangan diartikan terlalu umum…
Dekat disini bukan berarti jika dalam suatu kelas ada makhluk perempuan, sang superhero akan langsung collapse, tidak sadarkan diri, atau bahkan kejang-kejang dengan mulut berbusa… (BUKAN!!!)
Dekat disini bukan dekat dalam arti duduk semeja atau kerja kelompok bersama atau semacamnya…
Dekat disini berarti dekat dalam arti…
um…
suatu bentuk rasa dimana jika bertemu sesorang “seakan-akan” ada makhluk kecil dalam dada yang terus memukulkan GODAM alias PALU RAKSASA… BONG BONG BONG !!
Setelah berkonsultasi dengan pembimbing spiritual, mencari info dari majalah, buku, maupun teman (jangan harap saat itu bisa tanya ke mbah Google seperti sekarang) maka didapat kesimpulan ternyata sang superhero jatuh cinta…
Eh… Sorry, bukan
Maksud saia, sang superhero belum mengenal rasa itu secara pasti. Hanya menduga-duga dari hipotesis yang didapat ~~ ya, karena terlalu sering baca Detektif Conan. (*Nah loh… trus masalahnya*)
Ternyata harusnya saia menceritakan bukan sang superhero,
tapi menceritakan pengalaman orang lain yang berkaitan dengan superhero,
dilihat dari sudut pandang sang superhero ![]()
(*Piye tho Dan? mbingungi tenan*)
BEGINI YANG BENAR…
Setting cerita ini terjadi beberapa dekade sebelum sang superhero merasakan hal seperti di atas.
Gini…
Ada seorang gadis kecil yang diam-diam mengagumi sang superhero (sebenarnya dia & superhero sama2 masih kecil waktu itu). Dia hanya bisa mengutarakan ke sahabat terdekatnya dan takut bilang langsung ke superhero yang dimaksud tersebut di atas. Sang sahabat yang agresif lantas meneror superhero dengan gencarnya (*terlalu hiperbolis*). Mulai dari serangan langsung, gerilya, hingga pernah juga menelpon tak jelas ke kediaman superhero saat sang superhero tengah asyik menonton VCD konser Bon Jovi Live in London…
Alhasil, mungkin karena sang superhero yang masih lugu atau memang masih blo’on dan gobloq, sang superhero tetap menjalani kehidupan seperti biasa tanpa menghiraukan anjing menggonggong… “Biarlah khafilah berlalu“, katanya.
Merasa cinta bertepuk sebelah tangan, sang gadis akhirnya menyadari dan mulai mundur dari serangan yang dipimpin sang sahabat. entah apa yang dirasakan oleh sang gadis, patah hati mungkin…
Hal ini juga terjadi oleh beberapa gadis kecil lainnya.. kalo totalnya sekitar um.. 13 orang mungkin (*HAHAHA bcanda lu…*)
oke saia ralat… 13-11= 2 (yah sekitar itu lah)
beberapa dekade berlalu…
Sang gadis kecil telah menjelma menjadi bukan kecil lagi. Dia kini telah menjalani hidup dengan kegembiraan dan melupakan masa lalu.. lantas apa yang terjadi pada sang superhero??? Anda ingin tau jawabannya?
TO BE CONTINUED…
lha permasalahannya adalah, pas gadis kecil itu mulai mengagumi mas superhero… mesti superheronya belum puber… jadinya bisa “Biarlah khafilah berlalu“
sekarang superheronya lagi mengalami apa yang dulu dialami gadis kecil ya??
“cinta bertepuk sebelah tangan”
cinta aku xberbalas oleh muhd fiordaus bin kamarulzaman bdk serigala..rmah nye kat pprt………..
iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii loveeeeeeeeeeeeeeeeeee firdausssssssssssssssssss!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
apa boleh buat….